Vecchi Menyuruh City Melihat Ke Arah Leicester

Vecchi Menyuruh City Melihat Ke Arah Leicester

Vecchi Menyuruh City Melihat Ke Arah Leicester

Vecchi Menyuruh City Melihat Ke Arah Leicester – Musim ini adalah tidak benar satu musim terburuk di dalam peristiwa Inter Milan. Pelatih Stefano Pioli lebih-lebih dipecat sebelum saat persaingan Serie A berakhir, lalu digantikan caretaker Stefano Vecchi. Inter perlu pelatih top untuk mempunyai mereka bangkit musim depan.

Itu adalah pendapat Vecchi. Menurut Vecchi, itulah yang diperlukan jika perhitungkan kualitas skuat dan nama besar Inter.

Inter pasti sangat merindukan masa-masa indah layaknya dikala capai treble di bawah kepelatihan Jose Mourinho. Belakangan ini, sejumlah pelatih kelas dunia dikaitkan dengan Inter, berasal dari Diego Simeone hingga Antonio Conte.

“Mempertimbangkan skuat dan prestise klub, Inter perlu pelatih terbaik di dunia. Saat ini, aku mesti berupaya membimbing mereka untuk mengakhiri musim dengan langkah terbaik. Kami mengidamkan mengembalikan keteraturan dan kedisiplinan,” kata Vecchi layaknya dikutip Football Italia.

Akhir pekan kemarin, Inter kalah 1-2 menjamu Sassuolo. Hasil itu menyebabkan Inter menelan empat kekalahan beruntun dan tak pernah menang di dalam delapan giornata beruntun (S2 K6).

“Ketika melawan Sassuolo, aku lihat tim telah berupaya hingga akhir. Kami lakukan kekeliruan serius yang menyebabkan kami kebobolan gol pertama, tapi kami bereaksi. Tak enteng bermain di suasana layaknya itu dan dengan protes para suporter.”

Di awal musim, Inter merupakan tidak benar satu tim yang dijagokan finis di zona Liga Champions. Namun, Inter justu tidak bakal lolos ke Eropa musim depan.

Inter dihadapkan pada dua laga tersisa di Serie A. Akhir pekan ini, Inter bakal menghadapi tuan rumah Lazio. Setelah itu, Inter bakal menjamu Udinese di giornata pemungkas.

“Kami mesti lebih baik, dikarenakan kami Inter, tapi saat ini semua laga menjadi sulit. Ketika zona Liga Champions hilang berasal dari pandangan, dunia layaknya runtuh bagi mereka.”

“Setiap pergantian pelatih menandai pergantian ide, pergantian pilihan, jadi sukar menemukan konsistensi. Inter saat ini mesti keluar berasal dari suasana ini dengan langkah yang tidak memalukan,” tegas Vecchi.

Inter Milan tak pernah menang di dalam delapan laga terakhirnya di Serie A. Dua hasil imbang dan enam kekalahan, terhitung empat kekalahan beruntun, menyebabkan Inter berada di periode yang sangat menyedihkan.

Menurut caretaker Inter Stefano Vecchi, yang dipercaya menukar Stefano Pioli hingga akhir musim 2016/17, musim buruk adalah suatu hal yang lumrah di dalam sepakbola. Dia mencontohkan Leicester City.

Musim lalu, Leicester secara mengejutkan jadi juara Premier League dengan Claudio Ranieri. Musim ini, mereka dipaksa berjuang untuk menjauhi degradasi. Ranieri lebih-lebih dipecat di tengah jalan.

“Hal layaknya ini dapat terjadi, di mana aspek psikologis sangat berpengaruh pada tim. Para pemain peduli (kepada klub), tapi situasinya sulit. Ini musim yang buruk, tapi ini sebetulnya dapat terjadi,” kata Vecchi layaknya dikutip Football Italia.

“Lihat saja Leicester City.”

“Dengan pemain-pemain yang sama, mereka beralih berasal dari juara Premier League jadi tim yang hampir terdegradasi.”

Inter dihadapkan pada dua laga tersisa di Serie A. Akhir pekan ini, Inter bakal menghadapi tuan rumah Lazio. Setelah itu, Inter bakal menjamu Udinese di giornata pemungkas.